Breaking News

Category Archives: Jurnal Bogor

Feed Subscription

Joy Beberkan Kesiapan Pra PON

Cibinong |  Jurnal Bogor

Ketua Persatuan Boling Indonesia (PBI) Kabupaten Bogor, Joy Efendi Pendhita secara terang-terangan menyatakan kesiapan untuk jadi  tuan rumah Pra PON Jabar dan Kejurnas Boling 2015 yang akan digelar di  salah satu  kawasan  yang ada di Bogor.

“Tiap minggu kita melakukan rapat dengan jajaran pengurus boling Kabupaten Bogor, dan terus melakukan koordinasi  dengan Pengda Jabar  dan juga  pengurus  PBI pusat terkait  dengan pelaksanaan Pra PON boling pada September  mendatang,”   tegas  Joy,  Senin (18/5).

Joy menambahkan,  pada  awal  Juni nanti,  pendaftaran untuk peserta  Pra PON dan Kejurnas  2015  sudah akan dimulai.  Setidaknya sampai  saat ini sudah   ada  21  provinsi yang akan mengikuti kedua event  boling  tersebut.

Terkait masalah anggaran pelaksanaan Pra PON  dan Kejurnas Boling 2015, secara tegas Joy mengatakan sudah tidak ada masalah karena  untuk pelaksanaan  tersebut anggarannya dominan berasal  dari  KONI Pusat,  KONI Jabar, APBN,  APBD Provinsi Jabar.

Namun demikian,   Joy meminta  motivasi  dan dukungan  dari  pengurus  KONI Kabupaten Bogor  terkait kedua event tersebut.

“Walaupun pelaksanaan Pra PON dan Kejurnas Boling menggunakan anggaran  dari KONI Pusat   dan KONI Jabar, minimal kami  juga butuh suport  motivasi  dari elemen olahraga yang ada di Kabupaten Bogor. Karena walau bagaimanapun kedua event  tersebut membawa nama  baik dunia olahraga Kabupaten Bogor,”   papar  Ketua AMK  Jawa Barat  tersebut. AS Pangrango

BLUD Bisa Jadi Solusi Pengelolaan Sport Center

Cibinong |  Jurnal Bogor

Pembangunan Sport Center Pakansari  yang akan memiliki  beberapa venue  olahraga di dalamnya, diperkirakan akan memakan anggaran ratusan miliar rupiah bahkan sampai  pada angka  triliunan.   Jumlah fantastis tersebut tentunya harus menjadi  kajian ulang bagi Pemkab Bogor  dalam melanjutkan program pembangunan Sport Center  Pakansari.

“ Harus kita akui, kalau semua venue dibangun dengan anggaran APBD  mungkin akan terasa berat. Tapi itu  bisa saja terjadi, namun yang harus diperhatikan adalah soal pengelolaan kedepannya ketika venue semua sudah jadi dan berdiri kokoh di Pakansari,”  tukas  Asep Achadiat Sudrajat, konseptor  Dispora Kabupaten Bogor, yang saat ini tengah merancang dan menyusun Perda  CSR kontent olahraga.

Untuk meringankan pengelolaan  Sport Center, kata  Asep, setidaknya  harus ada lembaga khusus dan punya payung khusus, hingga hal  itu tidak memberatkan beban APBD Kabupaten Bogor.

“Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) akan jadi  solusi yang bagus untuk pengelolaan Sport Center dan juga kegiatan olahraga  di Kabupaten Bogor.  Namun,  terkait  soal BLUD  Olahraga  ini baru sebatas obrolan kami  di Dispora  saja. Tapi kami  siap menyusun  rancangannya terkait  BLUD  tersebut,”   ujar  Ketua Umum Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kabupaten Bogor ini.

Dilain pihak,  Sekdispora Kabupaten Bogor  membenarkalan,   kalau pembangunan Sport Center Pakansari dengan venue-venue yang ada di dalamnya  bisa menelan anggaran yang besar.

“Sejauh ini sudah ada beberapa investor yang berminat  dan tertarik untuk membangun Sport Center. Namun,  saya belum tahu  persis kelanjutannya. Kalau memang ada investor yang serius bangun  Sport Center itu lebih bagus. Hingga   akan mengurangi beban APBD Kabupaten Bogor,”  tukas  Wawan Darmawan.

Lebih Lanjut, Wawan juga mengakui kalau  ia bersama jajaran di Dispora  sudah melakukan obrolan soal  BLUD  Olahraga. “Ketika  Sport Center  Pakansari  sudah rampung tentunya harus  ada  payung hukum yang  mengatur  tentang mekanisme pengelolaan.  Sangat  realistis jika Kabupaten Bogor memiliki   BLUD Olahraga  yang menangani  semua  itu,”  papar Wawan lagi. AS Pangrango

KONI Baru Harus Ubah Paradigma Kinerja

Cibinong |  Jurnal Bogor

Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Bogor Luar Biasa (Musorkablub) yang rencananya akan digelar pada 28 Mei di Gedung Serbaguna 2, Setda Kabupaten Bogor diharapkan menghasilkan kabinet KONI  yang mampu membuat paradigma baru  dalam tata kelola pembinaan keolahragaan di Kabupaten Bogor.

Hal ini diungkapkan pengurus Asosiasi PSSI Kabupaten Bogor (Askab), Yudi Agus Soleh, Senin (18/5). “Sejak dulu  kinerja  KONI  terkesan benar-benar bekerjanya ketika  ada momentum  atau event saja. Tapi,  saat   tidak ada event, jarang sekali  bidang–bidang yang ada di KONI mau terjun memantau pembinaan dan program latihan yang dilakukan tiap  cabang olahraga (cabor),”   ujar  Yudi.

Dia menegaskan,  hendaknya  KONI  lebih bersikap jadi  supervisi, sedangkan  pengurus cabor  adalah operator  dari semua program pembinaan dan kegiatan latihan para atletnya selama ini.

“Semua  harus jujur, pengurus KONI  kelihatan fokus kerjanya ketika ada  event seperti  Porda Jabar.  Mereka sibuk meminta  data  atlet, data pelatih dan target medali,” beber  Yudi lagi.

Padahal,  tambah Yudi,  di KONI  ada bidang yang menangani hal  tersebut, harusnya bidang ini   melakukan pemantauan pembinaan tiap  cabor secara rutin, baik sebulan sekali  ataupun pertriwulan. Hingga  ketika  mau  Porda Jabar  jauh- jauh hari kekuatan Kontingen Kabupaten Bogor  ataupun rivalnya sudah terbaca.   “ Jangan mau  Porda  saja, pengurus sibuk minta data  atlet atau pelatih.  Sementara saat para pengurus cabor melakukan program rutin pembinaan latihan,  jarang sekali  pengurus KONI yang mau muncul  memberikan suport  kepada para  atlet ,”  tegas  Yudi.

Lebih lanjut,  kata Yudi,  banyak juga  pengurus  yang datang ke Kantor KONI  juga ketika hanya ada undangan rapat saja. Bahkan,  sering  juga yang tak datang ketika di undang rapat.

“Saya berharap, kabinet KONI  mendatang harus benar-benar  dipenuhi  oleh  orang orang yang mau dan punya kemampuan dalam membagi waktu dan juga punya  ide –ide progresif untuk membangun dunia olahraga Kabupaten Bogor  dengan mengutamakan sinergitas satu sama lainnya serta punya perhatian kepada para nasib atlet dan pelatih yang pernah memberikan prestasi bagi Kabupaten Bogor,”  pungkas  Yudi.

Sementara itu,  Ketua  Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI), Agus Frianto mengatakan, kabinet KONI hasil Musorkablub nanti, minimal para pengurus yang baru  harus sesuai  dengan jobdesk  dalam menjalankan tugas dan fungsi (tufoksi) pekerjaanya.

“Siapapun ketua umum  KONI yang baru, jangan asal tunjuk orang masuk dalam kabinet KONI. Minimal pengurus KONI  yang akan datang harus paham tentang olahraga. Apalagi  dalam tiga  tahun mendatang Kabupaten Bogor akan jadi tuan rumah Porda XIII Jabar  2018,”   ujar Anto.

Selanjutnya,  kata  Agus,   para pengurus KONI yang akan datang  harus punya itikad dan program kerja yang  rutin untuk memantau  aktivitas latihan  semua  cabor  untuk kemajuan para atlet yang akan jadi  duta olahraga dalam berbagai  event  olahraga.  AS Pangrango

PJU Sudah Nyala

Kepada PLN cipayung, telah memperbaiki PJU di jalan raya Cihideung, Cipelang kecamatan Cijeruk. Trima kasih.

+6285691381472

Tol Laut Bikin Bingung Pengusaha Perkapalan

Jakarta | Jurnal Bogor

Pengusaha perkapalan mengaku masih belum paham soal proyek tol laut andalan Presiden Joko Widodo. Terlebih lagi, internal pemerintah belum seirama soal konsep tol laut.

“Masih bingung. Banyak pakar berpendapat tol laut konektifitas kontainer dari Kuala Tanjung sampai Bitung. Seharusnya pemerintah satu suara,” kata Ketua Indonesia National Shipowners Association (INSA) Bidang Angkutan Cair Witono Suprapto di Jakarta, Senin (18/5).

Witono menyebut keinginan pemerintah untuk memercepat Kuala Tanjung dan Bitung menjadi pelabuhan internasional belum jelas. Di sisi lain, dia mengapresiasi langkah pemerintah meresmikan jalur tol laut pertama (short sea shipping) Lampung- Surabaya awal Mei lalu. “Kalau tol laut merupakan short sea shipping, ya itu hal yang baru,” ujarnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bobby R. Mamahit menyebut sejumlah hal harus diperhatikan dalam pengembangan tol. Yakni, mendorong pusat-pusat pertumbuhan di luar Jawa agar terjadi pemerataan pembangunan. Ini bisa mengurangi disparitas pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung transportasi yang efektif dan efisien karena adanya keseimbangan muatan kapal.

Selanjutnya, pemerintah perlu rute tetap dan teratur untuk angkutan penumpang dan barang. “Mulai 2015 akan dilayani keperintisan dan penugasan angkutan barang,” kata Bobby.

Masalah penggunaan bahan bakar gas (BBG) dan subsidi bahan bakar untuk angutan laut. Pemilihan gas penting lantaran bahan bakar itu bersih dan murah untuk mendukung logistik.

Terakhir, pengadaan kapal untuk coastal shipping dan short sea shipping sebagai alternatif pemanfaatan moda angkutan transportasi.

nSuut Amdani | *

Scroll To Top