Breaking News

Category Archives: Jurnal Bogor

Feed Subscription

Rugby Mulai Dibentuk Pengcab

Bandung | Jurnal Bogor

Setelah diresmikan oleh KONI Jawa Barat pada Oktober 201 lalu, Pengurus Daerah Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI) Jawa Barat saat ini mulai membentuk Pengcab di daerah-daerah. “Pembentukan pengcab yang sudah siap itu di KotaBandung, Bogor, dan Karawang. Tinggal pelaksanaannya saja, menunggu SK (Surat Keputusan) dan lain-lain. Tinggal menunggu waktunya saja,” ungkap wakil ketua PRUI Jabar, Banco dilansir GMC, Kamis (29/1).

Pada PON XIX/2016 di Jawa Barat nanti, Rugby akan masuk dalam daftar olahraga eksebisi. Namun, Banco mengakui bahwa PRUI akan sangat mendukung program Jabar Kahiji. “Walaupun hanya eksebisi, tapi kita sangat konsen sekali, apalagi kita tuan rumah ya. Enggak boleh ngecewain. Harus yang terbaik,” katanya.

Dengan diresmikannya PRUI Jabar oleh KONI, Banco berharap akan ada bantuan yang lebih lagi untuk memajukan olahraga rugby di Indonesia. “Dukungan dari KONI jabar sangat baik ya, cuma karena mungkin kemarin prestasi rugby masih membawa nama tim, jadi mungkin masih kurang maksimal. Kalau nanti sudah membawa nama Pengda mungkin akan lebih baik lagi,” katanya.

Saat ini di Bandung ada dua klub rugby yang aktif, yakni Bandung United, dan Bandung Rams. Banco mengakui setidaknya ada 22 atlet yang potensial di Bandung. Dia mengatakan, bahwa Bandung memiliki atlet nasional Rugby. “Meskipun dia orang Prancis, tapi sudah 5 tahun stay di Bandung, semacam naturalisasi,” ujarnya.

Sebelumnya PRUI Jabar juga sudah melakukan sosialisasi Rugby kepada masyarakat umum, pada ajang yang bernama Get Into Rugby (GIR). Even tersebut merupakan program dari International Rugby Board (IRB) untuk memperkenalkan rugby di Indonesia dan dunia. Acara yang dilaksanakan di lapangan KPAD, Geger Kalong, pada Minggu (25/1) ini berusaha mengenalkan olahraga rugby dengan menyenangkan dan tanpa tackle.  Asep Saepudin Sayyev

Cikeas Putra Tetapkan Yudi Manajer Promosi

Cibinong I Jurnal Bogor

Kebutuhan dana buat tim sepakbola yang berkiprah dalam kancah  profesional tidaklah sedikit.  Tak heran, jika  banyak klub di  Divisi Utama ataupun di Indonesia Super League (ISL) yang ngos-ngosan  dalam hal mencari  dana buat biaya operasional  tim dan gaji  atau kontrak pemain serta pelatih.

Era profesional  saat ini tengah dirintis oleh PT  Cikeas Putra Pratama selaku pengelola Persikabo Kabupaten Bogor.   Setelah kemarin petang,  Dirut  PT Cikeas Putra Pratama menetapkan sosok  Yudi  Agus Soleh sebagai  Manajer Promosi  Persikabo  dan juga sebagai  Ketua Panpel Persikabo  untuk musim ini.

Penetapan Yudi Agus Soleh sebagai Manajer Promosi Persikabo Kabupaten Bogor langsung dilakukan HM Haris dan disaksikan oleh jajaran managemen PT CPP seperti  Mahfutyono,  Sairan dan Abdush Sobur.  Disamping  itu, tampak hadir  juga  John Arwandi  selaku  Head Coach  Persikabo.

“Saya  siap mengemban amanah ini. Saya  orang bola. Saya siap all out untuk membantu masalah  promosi Persikabo.  Saya berharap, ini akan menjadi  langkah  atau terobosan yang baru  buat Persikabo Kabupaten Bogor,”  tukas  Yudi Agus Soleh, yang  rencananya hari ini akan menerima SK resmi  dari  PT Cikeas Putra Pratama  selaku manajer promosi  dan Ketua Panpel  Persikabo.

Sementara itu, HM Haris berharap Yudi  Agus Soleh bisa menjadi ujung tombak bagi Persikabo  dalam mencari  sponshorship yang akan bekerjasama dengan Persikabo. ” Saya  merasa terimakasih sekali  dengan sosok  Yudi  Agus Soleh  yang memang mau  menjadi manajer promosi dan juga Ketua Panpel.  Sebab tidak bisa  semua  yang ada di PT CPP ini menangani persoalan promosi.  Karena sudah ada bidang masing- masing,”  tegasnya. AS Pangrango

MRT Siap Sumbang Pebalap Porda

Cibinong I  Jurnal Bogor

Mencari potensi  pebalap motor di Kabupaten Bogor  sebenarnya  tidak  terlalu sulit  dan Korwil Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Bogor  tidak perlu bingung dalam mencari talenta pebalap yang akan dipersiapkan untuk  Pekan Olahraga Daerah (Porda)  XIII Jabar 2018 mendatang di Kabupaten Bogor. Pasalnya,  di  Cibinong sendiri  sudah  ada  Mamank  Racing Team  (MRT)  dan sudah melakukan aktivitasnya sejak  awal  tahun 2000an.

“MRT ini sudah lama melakukan program pembinaan dan latihan kepada para pebalap.  Bahkan,  sudah berapa  kali  para pebalap  MRT  yang ikut berbagai event  di  tingkat  Jabar ataupun Nasional.  Sekarang,  kami melakukan koordinasi  dengan IMI untuk meminta fasilitas latihan,”  ujar Inang,  Ketua  MRT  kepada  Jurnal Bogor di KONI Kabupaten Bogor.

Sementara  itu,  M Acunk , pelatih  MRT  ini menegaskan,  saat ini  ada sekitar tiga pebalapnya  yang bisa dipromosikan ke IMI untuk menghadapi  Porda XIII Jabar 2018.  Tiga pebalapnya itu diantaranya Dede Sobari, Fajar Kurniawan dan Iyan.

“Biasanya kami  melakukan latihan di Sentul satu bulan sekali. Namun  karena terkendala biaya,  maka kami meminta bantuan kepada IMI  untuk membuatkan surat kepada  Dispora  ataupun Pemkab Bogor  untuk bisa melakukan latihan di area yang ada di Pemkab Bogor.  Insya Allah  para pebalap kami nantinya  akan punya loyalitas  dan totalitas  buat  IMI. Kami  juga siap terjun dalam  Porda XIII Jabar 2018 nanti,” ujar  M Acunk.

Hal yang sama, dikatakan manajer  MRT, Icang yang penuh harapan kalau para pebalapnya  nanti, bisa memberikan kontribusi  prestasi nyata buat dunia balap motor di Kabupaten Bogor  terutama untuk  IMI Kabupaten Bogor.   AS Pangrango

Persikabo Cari Rumah Kontrakan >>Manajer Pantau Latihan Persikabo

Cibinong I Jurnal Bogor

Belum adanya mess pemain Persikabo Bogor telah mengganggu proses persiapan Divisi Utama Liga Indonesia 2015, setelah mess Pusdai tak lagi jadi markas Laskar Pajajaran. Manajemen pun mencari rumah kontrakan agar latihan rutin Rezki dkk tak terkendala jarak pulang pergi dari rumahnya masing-masing.  “Mulai  hari ini, kami  dari manajemen Persikabo akan mencari  rumah kontrakan buat mess para pemain Persikabo.   Sudah  saatnya pemain masuk mess karena kompetisi sudah tinggal beberapa pekan lagi,”  ujar Sairan, salah seorang perwakilan manajemen  dari  PT Cikeas  Putra Pratama yang juga jadi asisten pelatih.

Sementara suasana ceria kemarin  tampak terjadi di Stadion Persikabo  Cibinong, Kamis (29/1), setelah kedatangan sosok  HM Haris, selaku  Dirut PT Cikeas Putra Pratama  yang saat  ini tercatat sebagai pengelola Persikabo Kabupaten Bogor.  Kedatangan orang nomor  satu di Desa Cikeas Udik,  Kecamatan Gunung Putri tersebut menambah  “energi”  tambahan bagi para pemain muda Laskar Pajajaran yang akan mengikuti kompetisi Divisi Utama musim ini.

“Saya memang  sudah 7 bulan baru menginjakan kaki ke Stadion  dan melihat para pemain latihan. Namun, bukan berarti  saya  tidak memantau apa yang terjadi di lapangan dan juga di media massa terkait  soal mess dan kepedulian dari birokrat Kabupaten Bogor kepada Persikabo  saat  ini,”  tegas  HM Haris.

Bagi Haris,  sebenarnya,  ia bukan pemilik  dari  Persikabo Kabupaten Bogor. Ia  hanya mendapatkan amanah saja untuk terus membina potensi –potensi sepakbola yang ada di Kabupaten Bogor.   Sebab,  tambah  Haris, Persikabo  adalah  murni  milik masyarakat  Kabupaten Bogor,  termasuk milik  dari  semua  kalangan birokrat  dan wakil  rakyat.

“Kalau memang ada yang berminat  jadi manajer Persikabo  atau mau mengelola Persikabo, bagi  saya  tidak masalah.  Bahkan, saya merasa senang  kalau  memang ke depannya Persikabo  sudah bisa mandiri  ketika dipegang orang lain.  Namun, saya harus tahu dulu sejauh mana loyalitas  dan totalitasnya kepada Persikabo,”  tegasnya.

Haris menegaskan, ke depannya Persikabo  tetap  harus eksis  dalam kancah sepakbola di tanah air.  Bahkan, untuk tiga tahun kedepan Persikabo sudah harus ada di kancah  Indonesia Super League (ISL).

“Saya merasa bangga dengan jajaran pelatih Persikabo saat ini yang lebih mengoptimalkan potensi pemain lokal Kabupaten Bogor. Itu tandanya,  kita semua memang punya rasa cinta dan loyalitas kepada nama Kabupaten Bogor,”  ujarnya.

AS Pangrango

Kerjasama dengan Korea Ditinjau Ulang

Bandung | Jurnal Bogor

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengkaji kembali kerja sama di bidang olahraga dengan Provinsi Gyeongsanbuk-DO Korea Selatan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Kadisorda) Jawa Barat Yudha M Saputra, usai menerima rombongan Komite Olahraga Provinsi Gyeongsanbuk-DO, di Ruangan Sanggabuana, Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (29/1).

Yudha mengatakan, kerja sama dengan Provinsi Gyeongsanbuk-DO ini dilakukan sejak tahun 2010 dan habis pada tahun 2015. Namun, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mengkaji perpanjangan kerja sama, jika dilihat dari progress perkembangan yang dicapai oleh para atlet Jabar saat ini.

“Kerja sama ini merupakan antar provinsi (government to government), kita akan perpanjang kerja sama sesuai dengan kebutuhan. Apabila tidak dirsakan manfaatnya maka kita bisa putus kapan saja, tetapi kalau memang bagus dan positif maka kita akan perpanjang kerja sama ini sampai tahun 2016,” ujar Yudha.

Dia menambahkan Memorandum of Understanding (MoU) ini juga bisa saja dilanjutkan bahkan hingga Asian Games 2018. Namun, untuk melihat hal tersebut akan dilihat terlebih dahulu hasil dari PON XIX/2016 nanti. Disinggung mengenai rencana penambahan cabang olahraga yang akan dilatih oleh pelatih Korea Selatan, Yudha menuturkan kemungkinan hal tersebut akan terealisiasi.

Saat ini baru ada sembilan cabang olahraga yang dilatih langsung oleh pelatih asal Korea Selatan, kemungkinan kedepannya akan ada satu atau dua cabang olahraga yang juga dilatih oleh pelatih asal negeri ginseng ini.

“Dilihat hasil saat ini sangat signifikan terutama dari segi disiplin, teknik, dan capaian prestasi atlet Jawa Barat. Korea Selatan memang terkenal akan disiplin yang tinggi,” katanya. Selain dengan Korea Selatan kemngukinan besar Jawa Barat juga akan melirik negara lain seperti Tiongkok untuk melakukan kerja sama di bidang olahraga. Penjajakan tersebut akan segera dicoba, kkrena baik Tiongkok maupun Korea Selatan merupakan dua negara terkuat di Asia di bidang olahraga. Asep Saepudin Sayyev

Scroll To Top