Breaking News

Category Archives: Jurnal Bogor

Feed Subscription

UN Online Lebih Lama

Makassar | Jurnal Bogor

Siswa peserta ujian nasional (UN) berbasis komputer (CBT) masih harus menghadapi ujian tiga hari lagi. Meski menjadi percontohan dan menempuh waktu ujian lebih lama, peserta UN online ini mengaku enjoy.

Bagi kebanyakan siswa, UN online tidak membuat panik. Mereka merasa lebih efektif dan santai mengerjakan ujian. Suasana hati seperti ini yang dirasakan Regina Hanifa (18). Siswi SMAN 3, Makassar, itu adalah salah satu dari 300 siswa yang mengikuti UN tahun ini.

Regina mengaku dapat menyelesaikan semua soal UN. Dia berharap, jawaban ujiannya memuaskan dan berakhir dengan kelulusan.

“Ujian online ini lebih efektif. Tidak banyak waktu terbuang saat berhadapan dengan naskah soal UN,” ujar Regina.

Dia memaparkan, pada ujian konvensional yang menggunakan berkas soal dan lembar jawaban komputer (LJK), maka siswa harus memerhatikan beberapa hal sebelum membaca dan menjawab soal ujian. Siswa harus mengisi biodata di kolom identitas, kemudian membulatkan kolom di bawah nama dan nomor peserta. Proses ini sendiri cukup memakan waktu. Setelah itu, barulah siswa dapat membaca dan menjawab soal ujian. Itu pun dibuat repot ketika harus menghitamkan pilihan jawaban di LJK.

“Sementara peserta UN online cukup klik pilihan jawaban yang tertera di layar komputer. Kami juga tidak perlu berlama-lama mengisi biodata karena data diri siswa sudah terdaftar di sistem. Jadi terasa santai memanfaatkan waktu yang disediakan,” tutur Regina.

Siswi yang mengambil jurusan IPS itu mengungkapkan, sebelum UN, dia dan teman-temannya mengikuti try out ujian yang diselenggarakan sekolah. Dalam uji coba itu mereka diajari bagaimana log in dengan mengetik user name, password dan token atau kode ujian. Try out itu membuat para siswa tidak merasa gugup lagi saat hari ujian sesungguhnya.

Sama halnya dengan UN konvensional, peserta UN berbasis komputer juga mengerjakan tipe soal berbeda. “Jadi enggak kepikiran deh untuk nyontek,” imbuh Regina.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kuurikulum dan Pengembangan Sumberdaya SMAN 3 Makassar sekaligus ketua panitia UN CBT di sekolah ini, Drs Sulihin Mustafa, M.Pd membenarkan, sistem ini mengajari anak-anak mandiri. Ada 20 tipe soal yang dirancang sedemikian rupa. Lalu masing-masing tipe soal diusahakan tidak sama di antara siswa yang duduk bersebelahan.

“Hal ini mengantisipasi inisiatif mencontek yang bisa mempengaruhi ketenangan siswa dalam menyelesaikan soal-soal ujian,” kata Sulihin.

Lebih jauh dijelaskan, di sistem CBT ini, soal-soal yang muncul di layar komputer itu tidak bersamaan atau tidak tampil keseluruhan melainkan muncul satu persatu setelah siswa mengklik jawabannya. Selain itu, di desktop tidak tersedia fasilitas apa pun kecuali pilihan-pilihan jawaban. Siswa tidak bisa menyimpan soal atau mengecilkan layar atau hal lain yang dapat membuyarkan konsentrasi.

“Tidak ada sama sekali kesempatan bagi siswa untuk berpikir yang lainnya misalnya mengingat soal atau menyalin soal ujian untuk dibocorkan ke teman-temannya yang akan ikut ujian di sesi berikutnya. Mereka sibuk dengan kepentingannya sendiri menjawab semua soal,” papar Sulihin.

nSuut Amdani | *

Terbukti Curang, UN Bakal Diulang

Jakarta | Jurnal Bogor

Pemerintah akan mengulang ujian nasional (UN) di daerah yang terindikasi kecurangan. Kebijakan ini diambil setelah menyeruaknya kebocoran soal UN melalui internet.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan menjelaskan, guna menentukan daerah yang perlu mengulang UN, pemerintah akan menguji nilai hasil UN. Dengan memperlakukan nilai UN sebagai indeks, kita dapat melihat apakah ada indikasi kecurangan.

“Kalau ada kebocoran, maka pola-polanya akan terlihat secara berkelompok. Jadi misalnya, di suatu wilayah terdapat seribu peserta, di situlah akan dinilai,” ujar Anies di Kantor Kemendikbud, Kamis (16/4).

Biasanya, kata Anies, hasil nilai UN keluar dalam tiga hari setelah ujian berakhir. Dari hasil penindaian lembar jawaban UN itulah pola kecurangan dan contek-mencontek antarsiswa dapat terlihat.

“Dengan data yang valid, maka akan bisa disimpulkan apakah ada wilayah-wilayah yang terindikasi melakukan kecurangan,” imbuh Anies.

Anies menegaskan, begitu mengetahui ada indikasi kecurangan dan UN harus diulang, maka hal itu akan dilakukan. Pemerintah pun menuntut perusahaan yang membocorkan soal UN untuk membiayai UN ulang ini.

“Meski demikian, saya bangga terhadap anak-anak yang tidak merendahkan harga diri mereka dengan tidak memanfaatkan bocoran soal UN. Ibaratnya jika ada narkoba tidak mau mencoba, ada film porno tidak mau menonton,” tutur Anies.

nSuut Amdani | *

Forum Wacana IPB Tampung Aspirasi Mahasiswa se-Indonesia

Bogor | Jurnal Bogor

Forum Mahasiswa Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (Forum Wacana IPB) menyelenggarakan Indonesia Postgraduate Student Conference (IPSC) dengan tema “Menakar Kepemimpinan untuk Kesejahteraan Indonesia”.

Konferensi mahasiswa ini digagas untuk menampung aspirasi dan kontribusi mahasiswa se-Indonesia dalam membuat kerangka solusi dari berbagai problematika bangsa dengan daya nalar, kritis, dan positif bagi Indonesia.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 127 peserta yang merupakan mahasiswa pascasarjana dari berbagai daerah seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Indonesia (UI), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Djuanda (Unida), dan lain-lain ini dilangsungkan selama satu hari penuh yakni mulai pukul 08.00 sampai pukul 21.00 WIB. Acara dibuka oleh Ketua Panitia IPSC Mujiburrahman, SE ini akan menghasilkan draft yang nantinya disampaikan kepada para eksekutif dan legislatif, utamanya tokoh-tokoh pembuatan kebijakan agar kebijakan tersebut mengarah pada kesejahteraan bangsa, ujarnya.

Ketua Forum Wacana IPB Luthfi Nur’azkiya, SP menyampaikan bahwa draft hasil konferensi berupa naskah akademik yang berisi output-output keilmuan akan digunakan untuk mengaplikasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh para mahasiswa.

Sementara itu, Dekan Sekolah Pascasarjana IPB Dr Dahrul Syah menyampaikan bahwa banyak hal yang bisa diwujudkan melalui langkah ini, “Pola seperti ini diharapkan dapat melahirkan pejabat-pejabat terbaik yang memiliki cara berpikir jangka panjang mengenai next generation. Artinya yang akan lahir nanti adalah para negarawan, bukan politisi yang hanya memikirkan next election,” ujar Dr. Dahrul Syah dalam sambutannya.

Konferensi ini menghadirkan Prof.Dr Jimly Asshiddiqie sebagai keynote speaker, selain itu hadir pula para penyaji materi yang membahas berbagai topik terhangat di negeri ini baik di bidang pertanian, ekonomi, hukum dan politik, kemaritiman, energi dan mineral, hingga pendidikan. Untuk topik pertanian, acara ini mengundang Dr Anton Apriyantono, Dr.drh. Hasim Danuri, DEA, dan Dr Rachmat Pambudy. Topik ekonomi mengundang Dr. Ichsanuddin Noorsy sebagai penyaji. Untuk topik hukum dan politik, mengundang Prof.Dr Jimly Asshiddiqi dan Prof.Dr. R. Siti Zuhro. Selanjutnya Prof.Dr Indra Jaya dan Dr. Y. Paonganan untuk topik kemaritiman, Prof.Dr Mukhtasir sebagai penyaji topik energi dan mineral, serta Prof.Dr Didi Suryadi untuk topik pendidikan.

Soal UN Bahasa Inggris Dianulir

Jakarta | Jurnal Bogor

Peserta ujian nasional (UN) di Jawa Timur yang kebingungan ketika menghadapi ujian bahasa Inggris bisa bernapas lega. Pemerintah memutuskan menganulir 15 soal UN bahasa Inggris bermasalah yang mereka terima.

Ketika mengerjakan ujian bahasa Inggris, kemarin, sebagian siswa di Jawa Timur menemukan adanya ketidaksinkronan antara materi ujian listening pada cakram digital (CD) dengan naskah soal UN yang mereka terima. Ketidaksinkronan tersebut terjadi pada 15 soal.

Mendikbud Anies Baswedan menjelaskan insiden ini terjadi murni karena faktor kesalahan manusia. Pasalnya, orang yang menyiapkan materi CD berbeda dengan mereka yang membuat berkas soal UN.

“Agar siswa tidak dirugikan, ke-15 soal UN itu akan dianulir. Nantinya, soal-soal tersebut tidak akan diikutsertakan dalam penilaian,” tutur Anies, Kamis (16/4).

Insiden kekacauan dalam soal ujian bahasa Inggris ini mendapat kritik keras dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Mereka menilai Kemendikbud ceroboh dalam persiapan UN yang sudah setiap tahun diselenggarakan.

nSuut Amdani | *

Kebocoran Soal UN tak Ditoliler

Jakarta | Jurnal Bogor

Mendikbud Anies Baswedan menyatakan sikap tegas terhadap pembocor soal Ujian Nasional (UN) 2015 tingkat SMA yang diunggah melalui internet dalam layanna Google Drive. Pelakunya bakal diseret ke ranah hukum.

Anies menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap tindak kecurangan dan kebocoran soal UN. “Akan ada sanksi pelaku pengunggahan naskah soal UN 2015 secara ilegal. Dan, bukan tidak mungkin kami memproses secara hukum percetakan tersebut,” ujar Anies dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/4).

Menurut Anies, dia menerima laporan tentang pengunggahan 30 dari 11.370 buklet soal UN ke tautan Google Drive pada Senin 13 April. Kepala Puspendik Balitbang Kemendikbud Nizam pun langsung melaporkan temuan tersebut kepada Badan Reserse Kriminal Polisi Republik Indonesia (Bareskrim Polri).

Anies menyatakan sudah mengantongi berbagai informasi yang dibutuhkan, seperti nama yang diduga menjadi pelaku dan perusahaan tempatnya bekerja. Kepolisian juga sudah melakukan proses BAP terkait kasus ini.

“Pihak kementerian sudah memberikan laporan. Secara umum berjalan baik,” tutur Anies.

Mantan rektor Universitas Paramadina itu menegaskan tidak akan mendiamkan kasus kebocoran soal UN yang selalu terjadi setiap tahun tersebut. Pasalnya, ujar Anies, insiden kebocoran soal UN mencederai jutaan siswa yang belajar keras dan para guru yang mengajar sepenuh hati serta ingin melaksanakan UN dengan kejujuran.

“Meski skala kecil, hanya 30 dari 11.730 buklet, kami tidak akan diam. Karena kalau didiamkan, maka akan jadi masalah yang besar,” tegasnya.

Sementara itu, Penyidik Bareskrim Polri sudah berhasil menyita sejumlah dokumen dan barang yang diambil dari penggeledahan di Kantor PT Percetakan Negara Republik Indonesia.

“Dari lokasi membawa beberapa barang bukti yang diduga terkait kasus ini. Harddisk, mesin scan, CPU, flashdisk termasuk CCTV dan harddisk eksternal,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Div Humas Polri, Brigjen Pol Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (16/4).

Selain menyita sejumlah barang bukti, penyidik juga memeriksa 13 pegawai PT Percetakan Negara untuk dimintai keterangan terkait kasus ini. Jika keterangan mereka diperlukan lagi, ucap Agus, penyidik akan memanggil belasan pegawai tersebut untuk diperiksa kembali.

“Saat ini masih ditangani penyidik,” ungkap Agus.

Pelaku pembocoran soal UN ini, lanjut Agus, nantinya dijerat Pasal 32 Juncto Pasal 3 Undang Undang Informasi Transaksi Elektronik Nomor 11 Tahun 2008 dan Pasal 322 KUHP. Ancamannya delapan sampai sepuluh tahun penjara dan denda Rp5 miliar.

nSuut Amdani | *

Scroll To Top