Breaking News

Category Archives: Jurnal Bogor

Feed Subscription

Sekcam Janji Tindak BTS Ilegal

Cibinong | Terkait keberadaan menara base tranceiver station (BTS) liar yang berdiri di Kampung Cipayung RT 04, RW 03, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. pihak kecamatan setempat berjanji akan segara mengadakan rapat bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kabupaten Bogor.

Sekretaris Camat (Sekcam) Cibinong, Andri Rahman mengatakan, pihaknya telah mendengar dan mengetahui tentang khsus tersebut dari warga setempat. “Masyarakat membenarkan, terkait tidak pernah memberikan izin untuk mendirikan tower di lokasi itu. Namun, pihak pengembang tetap mendirikannya, sehingga mereka kesal,” ujar Andri kepada Jurnal Bogor, Senin (1/8).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, bila warga tidak memberikan izin, maka tidak bisa dibangun dan harus dibongkar secapatnya. “Apapun yang menyalahi anturan harus ditindak tegas berdasarkan anturan dan undang-undang. Hal tersebut agar dapat memberikan efek jera kapada para pengusaha yang bandel,” tegasnya.

Ruli Megi.S

Apa Kabar Gumbira ?

 Cibinong | Gerakan Untuk Membangun Bogor Inisiatif Masyarakat (Gumbira) yang digalang Bupati Bogor, Rachmat Yasin di tahun 2011 lalu, diduga vakum dan kurang dikontrol Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Bogor.

Guna mendorong masyarakat desa menjadi mandiri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor galangkan ratusan juta dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kasubag Program BPMPD Kabupaten Bogor, Suratmi mengatakan, tiga tahun lalu ada program Bupati untuk mendorong masyarakat di tingkat desa untuk menjadi mandiri. “Beberapa dinas dilibatkan untuk mengkaji desa yang akan digelontorkan dana oleh Pemkab Bogor, dan BPMPD instansi terkait yang menjadi kepanjangan tangan dalam pemberian dana itu,” ujar Suratmi kepada Jurnal Bogor, Senin (1/8).

Ia menambahkan, dana tersebut dapat digunakan kades untuk beberapa aspek di desa yang dipimpinnya. “Untuk infrastruktur, untuk perekonomian masyarakat desa, dan pembangunan lain berdasarkan kepentingan masyarakat banyak,” tambahnya.

Dimaksud perekonomian, ia menjelaskan, masyarakat desa dapat meminjamnya untuk bidang usaha yang ingin digelutinya. “Maksudnya, warga dapat meminjamnya untuk beternak atau bertani. terkait pengembalian pinjamannya, itu kesepakatan dengan pihak desa,” katanya.

Untuk pihak yang melakukan kontrol di tingkat desa, ia menerangkan, ada yang namanya Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang melakukan pantauan, apakah program tersebut berjalan atau diam ditempat. “Setiap tahun kami hanya melakukan sosialisasi. Sedangkan Bumdes diwajibkan melakukan laporan kepada kami di setiap tahunnya,” terangnya.

Namun, ia memaparkan, pihaknya belum mengetahui apakah tahun ini Bumdes telah dilakukan sosialisasi. “Nanti, saya coba tanya dengan bidang Bumdes terlebih dahulu,” tutupnya.

Noverando H

Desa Cadas Ngampar Disosialisasi Visi Pemkab

Sukaraja | Setelah sepekan lalu Diseminasi Informasi dilaksanakan di Desa Kota Batu, Kecamatan Ciomas, kini giliran warga Desa Cadas Ngampar disosialisasikan visi Kabupaten Bogor menjadi kabupaten termaju di Indonesia lewat media tradisional (Metra). Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Bogor secara berkelanjutan melaksanakan Diseminasi Informasi yang dikemas dalam pagelaran seni budaya tradisional wayang golek dan reog. Kali ini, diseminasi informasi dilaksanakan di lapangan Desa Cadas Ngampar, Kecamatan Sukaraja, kemarin.

Kepala Desa Cadas Ngampar, Jejen, mengatakan, kami masyarakat Cadas Ngampar menyambut baik kegiatan diseminasi informasi melalui wayang golek dan reog. selain diminati masyarakat sebagai sebuah hiburan rakyat, kegiatan ini juga bisa dimanfaatkan sebagai media informasi pembangunan Kabupaten Bogor.

“Warga Desa Cadas Ngampar adalah bagian dari masyarakat Kabupaten Bogor. Oleh karenanya warga berhak mengetahui seluruh informasi mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah Kabupaten Bogor. Dengan melalui media tradisional seperti ini, diharapkan masyarakat dapat menerima segala informasi mengenai kebijakan pemerintah Kabupaten Bogor terutama mengenai visi Kabupaten Bogor sebagai Kabupaten termaju di Indonesia”, terang Jejen.

Kabid Teknologi Informasi Diskominfo, Erna Ningsih, memaparkan, terima kasih kepada masyarakat kecamatan Sukaraja, khususnya Desa Cadas Ngampar yang sudah antusias menghadiri kegiatan diseminasi informasi yang dikemas dalam bentuk pagelaran seni sunda, wayang golek dan reog. Semoga diseminasi ini dapat bermanfaat dalam memberikan hiburan dan informasi yang berguna untuk masyarakat.

“Meski di era digital ini media-media elektronik menjadi saluran informasi utama, namun bagi sebagian masyarakat Kabupaten Bogor, media tradisional berupa wayang golek dan kesenian lainnya masih diminati.

Noverando H

Tertibkan Bangli, Unit Tunggu Pusat

Babakan Madang | Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) unit Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor belum dapat mengambil sikap tegas terhadap keberadaan bangunan liar (bangli) yang berdiri di bantaran kali Cipalaya, Desa Kadumanggu.

Kasi Trantib Kecamatan Babakan Madang, Mukhtar mengatakan, pihaknya menunggu instruksi Satpol PP Kabupaten Bogor untuk menertibkan bangunan liar di Desa Kadumanggu. “Camat yang menjabat sebelumnya meminta agar penertiban bangli menunggu keputusan final Pilpres, sebab dikhawatirkan ada yang memanfaatkan moment tersebut untuk melakukan perlawanan,” ujar Mukhtar kepada Jurnal Bogor, Senin (1/8).

Ia menambahkan, pihaknya siap untuk membantu penegakan peraturan yang berlaku di Kabupaten Bogor. “Jika ada perintah dari Satpol PP Kabupaten Bogor untuk dilibatkan membongkar bangli di bantaran kali itu, kami sangat bersedia,” tambahnya.

Selain itu, ia menjelaskan, banyak bangunan liar yang tidak memiliki ijin di Desa Kadumanggu,Terutama kios-kios yang berada di pinggir jalan raya. “Ada sekitar 20 sampai 30 kios yang tak berijin ditempat itu,” katanya..

Lebih lanjut Mukhtar memaparkan, pihaknya tidak berani melakukan pembongkran bangun liar di desa tersebut. Sebab belum lama ini pernah dilakukan pembongkran oleh Satpol PP Kabupaten Bogor, namun tidak bisa terlaksana, dikarenakan dihadang oleh para pedagang dan warga sekitar.

“Langkah yang kami ambil untuk saat ini hanya menunggu intruksi dari pusat untuk melakukan pembongkran. Jadi jangan salahkan kami yang belum bisa bertindak untuk menertibkan para pedang ditempat itu,” tutupnya.

Ruli Megi.S

Polwan Ingatkan Berkendara Mengenakan Helm

22

Cibinong | Dalam rangka memperingati hari jadi Polisi Wanita (Polwan) yang ke 66, Polwan yang tergabung dalam jajaran Polres Bogor gelar rangkaian acara sosial. Puluhan Polwan membagikan helm kepada pengendara sepeda motor roda dua yang berkendara tanpa mengenakan helm saat melintas di Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, Senin (1/8).

Ibu asuh Polwan tingkat Polres Bogor, Wing Desmita Fentysari mengatakan, pembagian helm merupakan bentuk simpatik Polwan yang ada di jajaran Polres Bogor kepada pengendara maupun penumpang sepeda motor roda dua yang tidak mengenakan helm saat berkendara. “Pengguna sepeda motor roda dua wajib menggunakan helm, hal itu juga untuk keselamatan diri saat berkendara,” ujar perempuan yang akrab disapa Fenty itu kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Perempuan yang juga memiliki peran di balik kesuksesan Kapolres Bogor, AKBP Sonny Mulvianto Utomo itu menambahkan, ini aksi simpatik Polwan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di Kabupaten Bogor. “Selain membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menggunakan helm, kegiatan ini semoga dapat bermanfaat langsung bagi warga Kabupaten Bogor,” tambahnya.

Disamping itu, saat ini peran Polwan, ia menerangkan, saat ini tugas Polwan hampir sama dengan Polisi laki-laki (Polki), yakni terjun langsung ke lapangan. “Hal itu terlihat dari sudah semakin banyaknya Polwan yang juga dilibatkan dalam pengamanan aksi demo maupun pengatur lalin,” katanya.

Oleh sebab itu, ia menjelaskan, tidak menutup kemungkinan Polwan menduduki posisi strategis di tubuh Polri. “Jika memang individunya berkompeten, kenapa tidak bisa untuk menjabat sebagai kapolsek, kasat, maupun kanit,” jelasnya.

Sementara itu, seorang pengendara sepeda motor, Andi yang kedapatan berbocengan dengan satu helm bersama anaknya dengan alasan terburu-buru mengantarkan anaknya berdalih, bahwa sosialisasi keselamatan berlalu lintas jangan hanya saat peringatan HUT Polwan saja, namun dilakukan secara terus menerus.

berharap sosialisasi tentang keselamatan berlalu lintas terus di tingkatkan, khususnya kepada anak sekolah. Karena, kecelakaan lalu lintas sering terjadi pada anak sekolah yang tidak mematuhi displin dalam berlalu lintas,” pintanya.

Selain bagian helm, santunan anak yatim pun menjadi pilihan di pilihan Polwan yang betugas di wilayah hukum Kabupaten Bogor itu.

Noverando H

Scroll To Top