Breaking News

Category Archives: Jurnal Bogor

Feed Subscription

Palestina Akan Bentuk Pemerintahan Persatuan Nasional

02

Gaza City | Para pemimpin Palestina yang bersaing dari Tepi Barat dan Jalur Gaza telah memutuskan untuk membentuk sebuah pemerintahan persatuan nasional.

“Keputusan itu akan segera diwujudkan dalam lima minggu mendatang,” kata para pejabat, Rabu (23/4).

Persetujuan tersebut, antara anggota Organisasi Pembebasan Palestina dan Hamas, dicapai setelah pembicaraan di Gaza City yang dimulai Selasa malam, kata seorang anggota PLO yang tidak mau disebutkan namanya kepada AFP. Read More »

Irigasi Ciomas Butuh Perbaikan

06

Cariu | Rusaknya saluran induk irigasi Ciomas Tonjong di Kampung Tonjong Desa Cikutamahi Keca­matan Cariu yang mengairi lahan pertanian milik warga hingga kini belum mendapat penanganan dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Akibatnya, lahan seluas 400 hektar lebih terancam kekeringan sehingga pada musim tanam saat ini petani tidak dapat menggarap lahan pertanian.

“Kalau melihat kondisi saluran memang sudah rusak parah dan kalau dipaksakan dapat ber­akibat longsor. Makanya penjaga pintu menutup pintu agar air tidak dapat mengalir guna menghindari terjadinya longsor. Padahal saat sekarang ini, petani sedang membutuhkan air untuk mengairi lahan miliknya. Karena itu, guna memnuhi kebutuhan air kami warga Tonjong berswadaya membeli drum dan membuat saluran air agar air dapat mengalir. Itu juga baru uji coba sambil me­nunggu tindakan dari pemerintah,” kata salahsatu Warga Tonjong, Epe kepada Jurnal Bogor, kemarin

Menurut dia, dengan kondisi saluran yang sudah rusak jika dipaksakan maka dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan yang lebih parah. Namun, pihak peme­rintah dalam hal ini Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabu­paten Bogor terkesan mengabai­kan permasalahan tersebut. Kare­na itu ia berharap ada tindakan dari instansi terkait agar ratusan hektar lahan milik warga tidak kekeringan.

“Rusaknya saluran itu sebenarnya sudah lama terjadi tapi belum separah sekarang. Kalau dilihat ada dinding yang retak sehingga air keluar dan menyebabkan rembesan ke tebing yang berada disampingnya. Karena itu pihak pengairan mengambil lang­kah , menutup pintu air. Memang itu langkah tepat namun kalau terlalu lama dibiarkan, akan menganggu kegia­tan petani dalam mengolah lahan pertanian” cetusnya.

Sementara penjaga pintu Irigasi Ciomas Tonjong, UPT Pe­ngairan Wilayah Jonggol, Otoi mengaku telah melaporkan kejadian itu kepada pimpinan. Namun diakui bahwa sampai saat ini belum ada tindalkan nyata dari pihaknya. “Kejadian ini telah saya laporkan kepada pimpinan di Jonggol. Memang kalau penutupannya lama akan mengganggu ketersediaan air bagi petani. Karena itu saya berusaha untuk terus memantau dan melaporkan perkembangannya” pungkasnya.

Yusuf (KTR)

Masih Bandel, Dandim Akan tindak Tegas

01

Cibinong | Guna meningkatkan kedisipinan aturan militer yang ada, Dandim 0621, Letkol Infantri Nugroho Imam Santoso siap menindak tegas oknum TNI di Bumi Tegar Beriman yang melanggar hukum.

Dandim 0621, Letkol Infantri Nugroho Imam Santoso mengatakan, anggota yang membendel baik dari satuan TNI maupun Polri namanya Oknum. Oknum inilah, orang-orang yang melanggar hukum. “Baik dari segi hukum militernya sendiri, maupun hukum negera. Itulah yang akan kami tertibkan,” Read More »

Sistem Resi Gudang Cariu Mubazir

05

Cariu | Gudang komoditi sistem resi gudang di Kampung Te­galsalam Desa Cariu Keca­matan Cariu hingga kini belum ber­fungsi secara maksimal. Gu­dang yang diperuntukan bagi petani untuk menyimpan hasil pertanian tersebut kondisinya memprihatinkan. Pasalnya, gu­dang itu tidak pernah terisi hasil pertanian yang akan disimpan petani. Padahal, sosialisasi dari pemerintah sudah sering dila­kukan agar petani memahami fungsi gudang dan manfaatnya bagi petani. Read More »

Lahan PT Awani Disoal

Cariu | Dua kepala desa (Kades) di Kecamatan Cariu yakni Kades Kutamekar Uteng dan Kades Cikutamahi Odam akan menyurati Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) yang berasal dari Kabupaten Bogor, Mulyadi.

Surat dua kepala desa tersebut akan mempertanya­kan keberadaan salahsatu pengembang yang telah membebaskan lahan sekitar 600 hektar, PT Awani berada di wilayah mereka. Read More »

Scroll To Top